15 Nov 2010

Untuk kita sadari

Merelakan sesuatu yang menjadi milik kita adalah suatu hal yang sangat sulit. Apalagi tatkala kita telah mencintainya, tentu akan semakin sulit untuk melepasnya. Ini memang sebuah kewajaran dan mungkin memang telah menjadi hukum alam. Tapi ingatkah kita bahwasannya hukum alampun berlaku ketika ada pertemuan disana pasti ada perpisahan di suatu masa tertentu yang kita tidak akan pernah tahu kapan masa itu terjadi.
Sifat manusia memang yang selalu ingin memaksakan kehendaknya dan bersifat egois. Sadar atau tidak kita pasti mempunyai sifat tersebut. Bukankah semua yang ada sekarang dan semua yang kita miliki adalah bukan milik kita seutuhnya, tetapi ada yang lebih berhak untuk memilikinya dan berhak kapanpun dia ingin mengambilnya dari genggaman tangan kita. Jadi semuanya harus kita yakini bahwa apa yang ada pada diri kita dan apa yang kita miliki sekarang adalh hanyalah sebuah titipan, yang mana kita harus menjaga titipan tersebut, sambil berharap Dia akan terus dan senantiasa memberikan kita izin untuk mengenggam apa yang kita miliki.
Bersyukur juga merupakan hal yang sangat penting pada kondisi seperti itu, karena dengan demikian maka apa yang ada di genggaman kita, akan terus bisa kita miliki dan mungkin dapat bertambah. Karena orang yang bersyukur dan tidak mudah mengeluh dan berputus asa adalah orang yang sangat dicintai-Nya.
Orang yang berputus asa akan jauh dari rahmat-Nya.

Sekarang lah waktunya untuk kita bersikap ikhlas dan tawadhu serta bertawakkal apabila memang di kemudian hari, genggaman kita itu diambil-Nya.
Selalu bersyukurlah agar hidup ini terasa mudah dan indah untuk dijalani. Berfikir positif adalah suatu keharusan, karena bisa saja ketika semuanya diambil, mungkin itu bukan yang terbaik buat kita, dan suatu saat akan digantikan oleh yang lebih baik lagi. Bukankah itu yang kita harapkan?

0 komentar:

Posting Komentar