14 Nov 2010

Solusi yang HARUS kita cari


Tak lengkap rasanya ketika menjadi mahasiswa bila tak melakukan yang namanya demonstrasi. Apapun bentuknya hal yang satu ini sepertinya merupakan salah satu menu wajib selain agenda di bangku perkuliahan. Tak salah memang mereka melakukan hal ini, selama itu berjalan dengan damai, kondusif, dan menghormati serta mentaati peraturan yang ada, tapi seperti itukah realita yang ada? Sepertinya tidak.

Coba kita perhatikan selama ini di media elektronik seperti televisi, tak jarang dan bahkan mungkin cenderung sering kita melihat berita atau tayangan di televisi yang mempertontonkan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang berujung dengan kekerasan dan anarkisme, haruskah seperti itu wahai para mahasiswa Indonesia yang budiman?

Saya rasa dan saya kira, bahkan ini menurut pendapat saya, bukan seperti itu yang harus kita lakukan, karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru malah menambah masalah. Alangkah lebih baiknya jika kita sebagai mahasiswa dalam menyikapi dan melakukan aksi demonstrasi ini harus dengan kepala dingin, dan tidak mudah terpancing emosi oleh para provokator yang hanya akan menjerumuskan kita.
Sepertinya jika kita melakukan aksi damai dan dengan duduk berdiskusi dengan pihak terkait, saling mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, demo kita akan berjalan mulus dan kondusif. Yang harus kita cari adalah solusi, dan solusi ini akan kita dapatkan hanya dengan berdialog.
Memang, pada kenyataannya hal seperti itu sulit dilakukan, karena pada dasarnya pihak-pihak yang terkait dan pihak yang didatangi oleh para demonstran terkadang bersikap tidak transparan dan cenderung lari dari permasalahan. Kalau sudah begini apa yang terjadi? sudah bisa kita prediksi, demonstran akan kehilangan kesabaran akan tuntutannya, yang akhirnya anarkisme pun terjadi.
Jadi kesimpulannya, dua pihak yang tersebut (demonstran/ mahasiswa dan pihak yang "terdemo") harus bersikap legowo dan mau mendengarkan aspirasi orang lain. Bersikaplah terbuka dan mau menerima kekurangan orang lain. Dengan demikian, lingkungan yang kondusif dan suasana damai rasanya dengan mudah dapat kita nikmati.

1 komentar:

budi_rianto mengatakan...

test :)) =))

Posting Komentar