15 Nov 2010

Pelangi-Ku (part 2)

Ada permintaan untuk melanjutkan cerita dari Pelangiku (part 1), dengan senang hati saya akan melanjutkannya, untuk yang belum sempat baca kisah sebelumnya, silakan baca disini..


                                                        ********
Hari ini Putera kembali bersekolah, setelah kemarin seharian berlibur denganku dan isteriku, aku lihat dia semakin menunjukan perkembangan yang positif, semoga saja semua arahan dan didikan aku dan isteriku berhasil dan melekat dalam kepribadiannya. Sepertinya sifat tegas dan bertanggung jawab sudah ada pada siri putera, betapa bangganya aku memiliki anak seperti dia. Semoga dia bisa menjadi anak yang berbakti, bermanfaat bagi orang lain, dan menjadi ksatria kecilku agar bisa selalu menjaga bundanya.
Hampir lupa, aku belum memperkenalkan siapa Putera lebih jauh. Ya, dia adalah anakku yang sekarang berusia 7 tahun, tepat hari ini sudah naik ke kelas 2 SD Islam Taruna Bhakti, seorang anak yang pemberani dan tentunya sangat baik akhlaknya, makanya sampai kapanpun aku bangga dapat menjadi ayahnya.
Sesaat sebelum aku mengantar putera sekolah.
"Putera, kamu mau bunda masakin apa buat sarapan pagi ini?" tanya istriku.
"Apa aja bunda, aku mau makan apa aja yang bunda masakin buat aku". ucapnya polos.
"Yaudah bunda masakin nasi goreng kesukaan kamu ya, sekarang minum dulu susunya, oh iya Ayah dimana Put?"
"Masih tidur mungkin bun",
"loh, cepet bangunin ayah kamu, ini udah waktunya kamu berangkat"
"iya, aku ke kamar ayah dulu ya".

"ayah, ayah bangun, ayo cepet kita sarapan, aku kan mau sekolah"
"hmmm, iya ayah udah bangun qo, kebetulan semalam ayah lembur, jadi abis solat subuh tidur lagi deh, ayah mau mandi dulu ya" ucapku sambil mengusap kepalanya.
"iya, ayah bau tuh belum mandi, kalah sama aku" ejeknya.
"iya ga apa apa deh kalah sama kamu mah, kan kamu jagoan ayah, yaudah kamu cepet sarapan dulu".
"huh ayah ngeles mulu, yaudah aku tunggu di bawah ya".
                                                               ************
"Putera, kamu belajar yang sungguh-sungguh ya, biar jadi anak pintar, nanti kan kalo kamu dapet peringkat 1, ayah kasih hadiah".
"Ah yang bener nih? Aku pengen mobil-mobilan yang gede yah, pokonya beliin ya..".
"Iya tenang aja, yang penting kamu inget pesan ayah tadi, yaudah kamu masuk dulu sana, sebentar lagi bel".
"Iya, salam sayang buat bunda ya, bilang aku sayang bunda".
"Oke jagoanku, tos dulu dong..".
"Dah ayah...".
"dah Putera..".
                                                              ************
"Sayang tadi putera titip pesan ke aku".
"Apa Mas pesannya?"
"Dia bilang, Putera sayang bunda".
"Wah yang bener mas? aku bangga banget punya dia mas, tapi qo sama gombalnya kaya kamu ya? hehehe"
"ya iyalah lha wong dia anak aku toh, hahaha".
"ah kamu bisa aja, yaudah cepet kita berangkat sekarang, udah telat nih takut kesiangan masuk kantor".
"Siap isteriku yang tersayang"..
"duhh, mulai lagi deh...".
"hahaha" aku tertawa.
Mobil kami pun melaju, menembus suausan pagi yang indah dan menakjubkan, semoga hari ini semuanya berjalan lancar dan sesuai harapan, dan semoga saja hari ini menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Satu lagi harapanku semoga kebahagiaan ini akan terus kami rasakan sepanjang usia kami, amiennn...

To be continued..


#masih dari sebuah ruangan yang tak bersekat, aku menulis semua ini

0 komentar:

Posting Komentar