8 Nov 2010

Pelangi-ku (part 1)

Baru sadar perut ini belum aku isi dari tadi sore, sekarang jam di kamarku sudah menunjukan pukul 20.30 WIB. Kulihat dia sudah terlelap dengan refleksi yang begitu indah, tidurnya pun memancarkan kesejukkan, wajahnya dan sifatnya selalu membuat aku tenang, selalu membuatku bahagia, dan memberikan warna yang indah dalam hidupku. Terima kasih ya Rabb engkau telah memberikan anugerah yang teramat indah untukku.
Ya, dia adalah bidadariku, aku mencintainya karena Allah dan karena kesholehannya, yang sangat istimewa untukku, dan untuk anakku.

Kembali pada perutku yang mulai keroncongan dan minta aku mengisinya, tapi hari ini isteriku rupanya seharian berada di kantor sehingga tidak sempat membuat masakan untukku, bahkan anakku saja membeli makan di luar. Tidak seperti biasanya dia begini, apa dia lupa padaku, atau mungkin dia sibuk, segudang pertanyaan berada dalam benakku. Tapi, aku ingat, siang tadi setalah makan siang di depan kantornya denganku dia berkata, "Mas, hari ini aku sibuk, banyak kerjaan yang belum aku selesaikan, mungkin bisa sampai malam aku di kantor" katanya.
"Yaudah, kamu jangan terlalu cape ya, aku ga mau kamu kenapa-kenapa, entar pulangnya aku jemput, aku juga pulang jam 7 dari kantor". Ucapku.
"Iya kamu tenang aja mas, aku bisa jaga kondisi ko".
"Ya syukurlah", balasku.
"Oh iya mas, satu lagi, hari ini aku ga bisa masakin buat kamu dan buat Putera, akunya sibuk banget sih, tapi entar aku pesenin makan ke tukang nasi di ujung komplek buat Putera, kamu makan di luar dulu ga apa-apa kan mas?".
"Iya ga apa-apa ko, yaudah biar nanti aku aja yang beliin makan buat putera, kebetulan aku break sampe jam 2, kamu fokus aja ke pekerjaan kamu".
"Yaudah deh, maafin aku ya mas, kamu jangan lupa sholat, hati-hati di jalan nya".
"Iya, aku berangkat dulu ya sayang".

Aku tak tega bila harus membangunkannya, terlalu risakan cuma demi beberapa suap nasi tapi aku harus mengganggu istirahat isteriku, aku tidak mau. Lebih baik aku menderita sebentar seperti ini daripada aku harus membangunkannya. Aku tidak ingin membuat dan merepotkannya, walaupun mungkin itu memang menjadi kewajibannya, tapi aku tidak mau.
                                                      ********
Hampir lupa, aku belum memperkenalkan diri, namaku Ardi seorang chief manager di sebuah perusahaan swasta di jakarta, isteriku bernama  Fatimah az-Zahra, seperti nama puteri rasulullah, semoga dengan begitu isteriku bisa mencontoh sifat dan kesolehan puteri beliau, dan memang itu yang aku rasakan, sungguh sangat sholehah isteriku.
Kami di karuniai seorang anak, bernama Putera Pratama, dia kebanggan kami, jagoan kami, dan akan kami rawat dan kami didik untuk mejadi seorang pahlawan pembela dan penegak Islam. Alhamdulilah aku diberi seorang anak lelaki, yang kelak dapat melindungi ibunya disaat aku pergi, untuk sementara ataupun untuk menghadap sang khalik.

To be continued..

#masih dari sebuah ruangan yang tak bersekat, aku menulis semua ini..

0 komentar:

Posting Komentar